Cari Blog Ini

Selasa, 19 April 2011

GASTROENTERITIS


Nama  :  Frandeka Yogi F
NIM   :  04.08.1989
KLS    :  C/KP/VI

A. Definisi Penyakit
Gastritis adalah inflamasi dari mukasa lambung, gambaran klinis yang di temukan berupa dyspepsia atau indigesti. Berdasarkan pemeriksaan endaskapi di temukan eritema mukosa, sedangkan hasil fakta memperlihatkan iregularitas mukasa ( kapita selekta ).
Gastritis atau lebih dikenal sebagai magh berasal dari bahasa yunani yaitu gastra yaitu berarti perut / lambung dan it is berarti inflamasi / peradangan, Gastritis bukan merupakan penyakit tunggal tetapi terbentuk dari beberapa kondisi yang kesemua itu mengakibatkan peradangan pada lambung. ( www.Google.com ).

B. Etiologi
Penyebab penyakit ini antara lain :
  1. Obat – obatan : Aspirin, obat Antiinflamasi nonsteroid (AINS).
  2. Alkohol
  3. Ganguan mikro sirkulasi mukosa lambung, trauma, lika baker, sepsis.

Secara maskrakapik terdapat lesi erasi mukosa dengan lakasi berbeda, jika ditemukan pada kapsus dan fundus biasanya bisanya disebabkan stress. Jika disebabkan karena obat – obatan AINS terutama ditemukan di daerah antrum, namun dapat juga menyeluruh. Sedang secara mikroskapik, terdapat erosi dengan regenerasi epitel, dan ditemukan reaksi sel inklamasi neurofil yang minimal.

C. Manifestasi Klinis
  1. Manifestasi klinis pada gastritis akut adalah : sindrom dyspepsia berupa nyeri epigostrum, mual, kembung, muntah merupakan salah satu keluhan yang sering muncul, ditemukan pula pendarahan salurancerna berupa hemotemesis dan melena, kemudian di susul dengan tanda – tanda anemia pasca pendarahan.
  2. Manifestasi klinis pada gastritis klinis : kebanyakan pasien tidak mempunyai keluhan, hanya sebagian kecil mengeluh nyeri uluhati anoreksia, neurea dan pada pemeriksaan fisik tidak di jumpai kelainan.

Pasien dengan gastritis tipe A secara khusus asimtamatik kecuali untuk gejala defisiensi vitamin B12 pada gastritis tipe B pasien mengeluh anareksia ( napsu makan buruk ) nyeri hati setelah makan, kembung, rasa asam di mulut atau mual muntah.

D. Patafisiologi
Terdapat gangguan keseinmbangan factor agresif dan faktor defensive yang berperan dalam menimbulkan lesi pada mukosa, diding lambung.

E. Diagnasis
Ada 3 cara dalam menegakan diagnasis yaitu gambaran klinis, gambaran lesi mukosa akut di mukosa lambung berupa erasi atau ulkus dangkal dengan tepi rata dengan endaskopi dan gambaran radiology dengan kontras tunggal sukar untuk melihat lesi permukaan yang superficial.

F. Evaluasi Diasnatik
Gastritis tipe A di hubungkan dengan aklarhidia hipoklarhidia ( kadar asam hipoklorida tidak ada atau rendah ) sedangkan gastritis tipe B di hubungkan dengan hiperkorhidia ( kadar tinggi asam hidroklorida )

G. Komplikasi
Pendarahan saluran cerna bagian atas ( SCBA ) berupa hematemesis dan melena dapat berakhir sebagai syak, hemaragik, khusus untuk pendarahan SCBA. Perlu di bedakan dengan tukak peptik, gambaran klinis diperlihatkan hampir sama, namun pada tukak peptik penyebab utama adalah infeksi helicobacter pylary, sebesar 100% pada tukak duodenum dan 60 – 90 % pada tukak lambung. Diagnosis pasti dapat di tegakkan dengan endoskapi.
Pendarahan saluran cerna bagian atas, ulkus, perferasi dan anemia karena gangguan absarbasi B12.

H. Penatalaksanaan
Faktor utama adalah dengan menghilanhkan etiologinya, diet lambung, dengan porsi kecil dan sering obat – obatan di tunjukan untuk mengatur sekresi asam lambung berupa anragonis reseplar H, inhibitor pompa proton, antikelinergerik dan antosid juga ditunjukan sebagai sitoprotektor, berupa sukrafat dan prostaglandin.
  1. Untuk menetralisasi asam digunakan antasida ( mis. Alumunium hidroksida ) untuk menetralisasi alkali, digunakan jus lemon encer atau cuka encer.
  2. Bila korosi luas, ernetik, lavase leibh dari karena bahaya perforasi tapi pendukung mencakup inlubasi analgesic sedative, anasida serta inlravana endoskapi eptik mungkin diperlukan, pembedahan darurat mungkin diperlukat untuk mengangkat gangren atau jaringan forasi, gastrojejunastam atau reaksi lambung diperlukan untuk abstruksipilorus.

Grstritis klinis diatasi dengan memodifikasi pasien, meningkatkan istirahat, mengurangi stress memulai farmakaterapi H pylori dapat diatasi dengan antibiotic ( seperti tetasiklin amoksisilin ) dan gram bismuth ( pepto bismal ) pasien dengan gastritis A mengalami malasorbasi vitamin B12 yang disebabkan oleh adanya antibodi terhadap faktor intrisik.

I. Pencegahan
Walaupun infeksi H. pylori tidak dapat selalu dicegah, berikut beberapa cara yang dapat mengurangi resiko terkena gastritis.

à Makan secara benar, hindari makanan yang dapat mengiritasi terutama makanan yang pedas, asam, gorengan, dan berlemak. Yang sama pentingnya dengan pemilihan jenis makanan yang tepat bagi kesehatan adalah baganama cara memakanya, makanlah dengan jumlah yang cukup pada waktunya dan lakukan dengan santai.
à Hindari alcohol, penggunaan alcohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa dalam lambung dan dapat mengakibatkan peradangan dan pendarahan.
à Jangan Merokok
à Lakukan olah raga secara tratur
à  Kendalikan stress
 ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian
Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien ( Jyer ctal, 1996 )

1.  Adapun pengkajian pada pasien gastritis adalah :
            - Biodata klien
Identitas klien dan identitas penanggung jawab
            - Riwayat penyakit sekarang
Klien dengan gastritis
-          Riwayat penyakit dahulu
Ada identifikasi penyakit gastritis
-          Riwayat kesehatan keluarga
Dalam keluarga terdapat riwayat penyakit gastritis.
-          Riwayat kesehatan lainya
Tidak terdapat penyakit yang lain.

2.  Observasi dan pemeriksaan fisik
a. Keadaan avrium baik
b. vital sign
- suhu
- temperature
- nadi
- tekanan darah
c. Pola aktifitas sehari – hari
- pola nutrisi dan metabolisme
- pola istirahat
- pola aktifitas
- pola eliminasi
- pola persepsi dan tata laksana hidup sehat.
d. Pemeriksaan laboratorium
- pemeriksaan darah
- pemeriksaan feses
- pemeriksaan pernafasan

B. Diagnosa Keperawatan
  1. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan masukan cairan tidak cukup dan kehilangan cairan berlebih karena muntah.
  2. Nyeri berhubungan dengan mukosa lambung teriritasi.
  3. Perubahan nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan masukan nutrient yang tidak akurat.
  4. Cemas berhubungan dengan stress
  5. Kurang pengetahuan tentang penatalaksanaan diet dan proses penyakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar